Kamis, 15 Maret 2012

curahan hati

Aku tetaplah aku. Seperti halnya kamu tetaplah kamu. Kalau pun aku mencintaimu atau kamu mencintaiku, itu hanya perasaan kita yang bertemu. Atas dasar rasa itu, lalu baik aku ataupun kamu barulah seyogyanya berusaha mengerti seperti apa aku, seperti apa kamu, di dalam diri setiap kita masing-masing.


Jika saja manusia tidak terlahir satu paket dengan ‘ego’ mungkin semua akan jadi lebih mudah bagi masing-masing ‘aku’ serta masing-masing ‘kamu’ untuk terus menerus berusaha mengerti karakter satu sama lain.

Rasanya cukup mudah untuk mengamalkan sebuah kalimat yang kudengar dari sebuah film, bahwa “Cinta itu memberi dan mengerti tanpa pernah berharap untuk diberi dan dimengerti”. Nyatanya? Ego seringkali menjadi kabut bagi hati untuk melihat dan memaknai lebih jauh, hingga seringkali menjadikan perasaan cinta sebagai sesuatu yang harus diberi dan dimengerti oleh setiap manusia yang mencintai.

Inilah realita yang seringkali membatasi antara ke-tahu-an dengan ke-mau-an.

Selamar Pagi Dunia...
Just Keep Your Smile and Keep Your Spirit..
for someone....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages

statistik

Followers